Pertama kita cari dulu nilai mol dari urea. n = gram/Mr = 3/60 = 0,05 mol. Setelah diketahui molnya, kita bisa menggunakan rumus molaritas larutan urea. M = n/V = 0,05/0,25 = 0,2 Molar. Jadi, molaritas dari larutan urea adalah 0,2 Molar atau 0,2 mol/liter. Itu dia penjelasan mengenai rumus molaritas dan molalitas suatu larutan dalam Kimia.Question Best Match Video Recommendation Solved by verified expert This problem has been solved! Try Numerade free for 7 days Created on Feb. 14, 2022, 153 Best Match Question What is the mole fraction of urea, CH4N2O MM 60 g/mol, in an aqueous solution that is 21% urea by mass? report answer with 3 decimals Video Answers to Similar Questions Here in the problem. The solution is 21% Iria by mass. The mole fraction of Syria is 21% urea by mass. What does that mean? That's g urea. We have g Iria and 100 -21 g in this solution. So 81 g water and 21 g Maria. It has 100 g of solution. Massa furia and mass of water allow us to see more moles of water. The mass here is g divided by a smaller mass of 60 g. We get moles of the area. Most of the water is morse of water. Here. The mass… 1 We need to know the initial moles of acetic acid in the solution: 4.752 is the pK a of acetic acid x is the moles of sodium acetate produced by the NaOH reacting 0.001 -x is the amount of acetic acid remaining in solution. The moles of acetate will give us moles of NaOH since there is a 1:1 molar ratio between the two. 3) Continue solving: KEMOLALAN DAN FRAKSI MOL Kemolalan m Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol n zat terlarut dalam 1 kg = g pelarut. Oleh karena itu, kemolalan dinyatakan dalam mol kg-1. m = n/p m = kemolalan larutan n = jumlah mol zat terlarut p = massa pelarut dalam kg Contoh Berapakah kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea dengan 200 gram air ? Jawab larutan 3 gram urea dalam 200 gram air. Mol urea = 3 /60 g mol-1 = 0,05 mol Massa pelarut = 200 gram = 0,2 kg m = n/p = 0,05 mol = 0,25 mol kg-1 0,2 kg Fraksi mol X Fraksi mol x menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1 XA + XB = 1 Contoh Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20% Mr urea = 60 Jawab Dalam 100 gram larutan urea 20% terdapat 20 gram dan 80 gram air. Mol air = 80 g/ 18 g mol-1 = 4,44 mol Mol urea = 20 g/ 60 g mol-1 = 0,33 mol X urea = XB = 0,33 mol / 4,44 + 0,33 mol = 0,069 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN, TEKANAN UAP JENUH LARUTAN DAN TITIK DIDIH LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Sifat koligatif Sifat koligatif adalah sifat-sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarut, tetapi tidak pada jenisnya. Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar dari pada larutan non elektrolit berkonsentrasi sama karena larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel terlarut yang lebih banyak. Tekanan Uap Larutan Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat itu. Semakin tinggi suhu, semakin besar tekanan uap. Jika zat terlarut tidak menguap maka tekanan uap larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya. Selisih antara uap pelarut murni P0 dengan tekanan uap larutan P disebut penurunan tekanan uap larutan ΔP. ΔP = P0 – P Menurut Roulth, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol terlarut, sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut. P = Xpel x P0 ΔP = Xter x P0 Zat terlarut menurunkan tekanan uap pelarut. Contoh Tekanan uap air pada 1000C adalah 760 mmHg. Berapakah tekanan uap larutan glukosa 18% pada 1000C Ar H = 1, C = 12, O = 16 Jawab Dalam 100 gram larutan glukosa 18% terdapat Glukosa 18% = 18/100 x 100 gram = 18 g Air = 100 – 18 g = 82 gram Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Jumlah mol air = 82 g/ 18 gmol-1 = 4,55 mol Xpel = 4,55/4,55 + 0,1 P = Xpel x P0 = 4,55 x 760 mmHg /4,55 + 0,1 = 743,66 mmHg Kenaikkan Titik Didih Larutan mempunyai titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah dari pada pelarutnya. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikkan titik didih ΔTb. Rumus ΔTb = Kb x m Dimana m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikkan titik didih Contoh Tentukan titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kb air = 0,520C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTb = Kb x m = 0,2 x 0,520C = 0,1040C TITIK BEKU, DIAGRAM PT DAN TEKANAN OSMOSIS LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Penurunan Titik Beku Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku sebanding dengan kemolalan larutan ΔTb = m x Kb dan ΔTf = m x Kf . Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku ΔTf. Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku larutan dapat dijelaskan dengan diagram fase. Contoh soal Tentukan titik beku larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kf air = 1,860C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTf = Kb x m = 0,2 x 1,860C = 0,3720C Diagram Fase PT Menyatakan batas – batas suhu dan tekanan di mana suatu fase dapat stabil. Suatu cairan mendidih pada saat tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan permukaan Oleh karena larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah, maka larutan mempunyai titik didih lebih tibggi daripada pelarutnya. Tekanan Osmotik Osmosis adalah perembesan molekul pelarut dari pelarut kedalam larutan, atau dari larutan lebih encer ke larutan lebih pekat, melalui selaput semipermiable. Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni. Rumus л = M . R .T Larutan – larutan yang mempunyai tekanan osmotic sama disebut isotonic Contoh soal ; Berapakah tekanan osmotic larutan sukrosa 0,0010 M pada 250C ? Jawab л = M . R .T = 0,0010 mol L-1 x 0,08205 L atm mol-1K-1 x 298 K = 0,024 atm = 18 mmHg
SeminarNasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan (SERI IV) "Optimalisasi Teknologi dan Agribisnis Peternakan dalam Rangka Pemenuhan Protein Hewani Asal Ternak" Teja Kaswari. Muhammad Yusuf Fajar, S.Pt. + 24 More. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package.KimiaKimia Fisik dan Analisis Kelas 12 SMASifat Koligatif LarutanSatuan Konsentrasi LarutanSatuan Konsentrasi LarutanSifat Koligatif LarutanKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0257Bila ke dalam 20 mL larutan H2SO4 2,0 M ditambahkan air s...0219Larutan 0,74 gram CaOH2 Mr=74 dalam 2 L air, mempunya...0111Bila 4 gram NaOHMr=40 dilarutkan ke dalam air hingga ...Teks videoHalo kok pengen di sini ada soal hitung fraksi mol urea dalam larutan urea 20% Jika diketahui Mr urea 60 kita menggunakan konsep fraksi molnya hal itu adalah perbandingan jumlah mol sebagian zat terhadap jumlah mol total komponen larutan berarti yang kita butuhkan adalah data mall di sini kan diketahui datangnya larutan urea 20% di dalam larutan itu kan ada terlarut pada pelarut karena ini larutan urea berarti yang terlarut adalah urea 20% pelarutnya kita asumsikan misalnya urea terlarut di dalam air persen massa nya adalah 100% dikurangi 20% hasilnya 80% kita butuh data mal-mal itu apa mau adalah masa Premier dikali? A senyawa kita butuh masa di sini hanya diketahui persen massa Maka sekali lagi Tak Bisa asumsikan asumsibahwa 100% adalah 100 gram urea nya adalah 20 G airnya adalah 80 gram karena di sini ditanya fraksi mol urea rumusnya adalah mol urea per mol total itu mau aplus mau Ayah berarti kita harus mencari mall-nya masih masih dulu ya mau urea adalah massa urea Mr massa urea nya adalah 20 gram per ML nya adalah 60 gram per mol hasilnya 0,33 Mol Mol air yaitu H2O adalah massa air Mr Mr nya adalah 18 gram per mol yang didapat dari 2 * A R H plus Arco kita masukkan ke sini Masak airnya adalah 80 gram Mr nya 18 gram per mol hasilnya 4,440 kemudian kita bisa mencari fraksi mol urea yang berarti ekstraknya = mol urea 60 komajadi gak mau per mol urea + mol air berarti 0,330 + 4,440 hasilnya adalah 0,069 ini adalah fraksi mol urea dalam larutan urea nya Oke sampai jumpa di Pertanyaan selanjutnya ya
HitunglahJumlah Molekul Urea Yang Terkandung Dalam 20 Mol Urea. Hitunglah jumlah molekul urea yang terkandung dala. diketahui rumus urea CO (NH2)2 , pertanyaannya 1. berapa mol atom hidrogen yang terdapat dalam 0,1 - Brainly.co.id. Tentukan jumlah mol berikut : a. 16 gram belerang ( Ar S =32 ) b. 180 gram urea ( Ar Urea - Brainly.co.id.Hallo Erick S, jawaban untuk soal tersebut adalah %massa urea dalam larutan sebesar 64,2%. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berikut ^_^ Persen masa adalah perbandingan dari massa zat terlarut dalam 100 gram larutan. Pada soal tersebut, yang menjadi zat terlarut adalah urea CH4N2O. Umumnya pelarut yang digunakan berupa air H2O. 1 Menentukan massa urea, massa air, dan massa larutan Mr urea = Ar C + 4Ar H + 2Ar N + Ar O Mr urea = 12 + 41 + 214 + 16 Mr urea = 60 g/mol Mr air = 2Ar H + Ar O Mr air = 21 + 16 Mr air = 18 g/mol X urea = n urea/n urea + n air 0,35 = massa urea/Mr urea/massa urea/Mr urea+massa air/Mr air 0,35 = massa urea/60/massa urea/60+massa air/18 Asumsi 0,35/1 = massa urea/60/massa urea/60+massa air/18 Maka massa urea/60 = 0,35 massa urea = 0,35 x 60 massa urea = 21 gram massa air/18 = 1 - 0,35 massa air/18 = 0,65 massa air = 0,65 x 18 massa air = 11,7 gram massa larutan = massa urea + massa air massa larutan = 21 gram + 11,7 gram massa larutan = 32,7 gram 2 Menentukan persen massa Persen massa = massa zat terlarut/massa larutan x 100% Persen massa = 21 gram/32,7 gram x 100% Persen massa = 64,2 % Fraksimol (X) suatu zat menyatakan perbandingan jumlah mol (n) zat tersebut terhadap jumlah mol seluruh komponen dalam larutan. Untuk menyelesaikan soal di atas, tentukan mol zat terlarut yaitu urea dan mol pelarut yaitu air dengan rumus berikut: Sehingga, fraksi mol untuk urea adalah: Jadi, fraksi mol urea adalah 0,1.
SIFAT KOLIGATIF LARUTAN KEMOLALAN DAN FRAKSI MOL Kemolalan m Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol n zat terlarut dalam 1 kg = g pelarut. Oleh karena itu, kemolalan dinyatakan dalam mol kg-1. m = n/p m = kemolalan larutan n = jumlah mol zat terlarut p = massa pelarut dalam kg Contoh Berapakah kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea dengan 200 gram air ? Jawab larutan 3 gram urea dalam 200 gram air. Mol urea = 3 /60 g mol-1 = 0,05 mol Massa pelarut = 200 gram = 0,2 kg m = n/p = 0,05 mol = 0,25 mol kg-1 0,2 kg Fraksi mol X Fraksi mol x menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah nA, dan jumlah mol zat terlarut adalah nB, maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah Jumlah fraksi mol pelarut dengan zat terlarut adalah 1 XA + XB = 1 Contoh Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20% Mr urea = 60 Jawab Dalam 100 gram larutan urea 20% terdapat 20 gram dan 80 gram air. Mol air = 80 g/ 18 g mol-1 = 4,44 mol Mol urea = 20 g/ 60 g mol-1 = 0,33 mol X urea = XB = 0,33 mol / 4,44 + 0,33 mol = 0,069 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN, TEKANAN UAP JENUH LARUTAN DAN TITIK DIDIH LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Sifat koligatif Sifat koligatif adalah sifat-sifat fisik larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarut, tetapi tidak pada jenisnya. Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar dari pada larutan non elektrolit berkonsentrasi sama karena larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel terlarut yang lebih banyak. Tekanan Uap Larutan Tekanan uap suatu zat adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh zat itu. Semakin tinggi suhu, semakin besar tekanan uap. Jika zat terlarut tidak menguap maka tekanan uap larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap pelarutnya. Selisih antara uap pelarut murni P0 dengan tekanan uap larutan P disebut penurunan tekanan uap larutan ΔP. ΔP = P0 – P Menurut Roulth, jika zat terlarut tidak menguap, maka penurunan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol terlarut, sedangkan tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut. P = Xpel x P0 ΔP = Xter x P0 Zat terlarut menurunkan tekanan uap pelarut. Contoh Tekanan uap air pada 1000C adalah 760 mmHg. Berapakah tekanan uap larutan glukosa 18% pada 1000C Ar H = 1, C = 12, O = 16 Jawab Dalam 100 gram larutan glukosa 18% terdapat Glukosa 18% = 18/100 x 100 gram = 18 g Air = 100 – 18 g = 82 gram Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Jumlah mol air = 82 g/ 18 gmol-1 = 4,55 mol Xpel = 4,55/4,55 + 0,1 P = Xpel x P 0 = 4,55 x 760 mmHg /4,55 + 0,1 = 743,66 mmHg Kenaikkan Titik Didih Larutan mempunyai titik didih lebih tinggi dan titik beku lebih rendah dari pada pelarutnya. Selisih antara titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikkan titik didih ΔTb. Rumus ΔTb = Kb x m Dimana m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikkan titik didih Contoh Tentukan titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kb air = 0,520C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTb = Kb x m = 0,2 x 0,520C = 0,1040C TITIK BEKU, DIAGRAM PT DAN TEKANAN OSMOSIS LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Penurunan Titik Beku Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku sebanding dengan kemolalan larutan ΔTb = m x Kb dan ΔTf = m x Kf . Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku ΔTf. Kenaikkan titik didih dan penurunan titik beku larutan dapat dijelaskan dengan diagram fase. Contoh soal Tentukan titik beku larutan yang mengandung 18 g glukosa Mr = 180 dalam 500 g air. Kf air = 1,860C/m. Jawab Jumlah mol glukosa = 18 g/ 180 g mol-1 = 0,1 mol Kemolalan larutan = 0,1 mol / 0,5 kg = 0,2 mol kg-1 Titik didih , ΔTf = Kb x m = 0,2 x 1,860C = 0,3720C Diagram Fase PT Menyatakan batas – batas suhu dan tekanan di mana suatu fase dapat stabil. Suatu cairan mendidih pada saat tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan permukaan Oleh karena larutan mempunyai tekanan uap lebih rendah, maka larutan mempunyai titik didih lebih tibggi daripada pelarutnya. Tekanan Osmotik Osmosis adalah perembesan molekul pelarut dari pelarut kedalam larutan, atau dari larutan lebih encer ke larutan lebih pekat, melalui selaput semipermiable. Tekanan osmotic adalah tekanan yang harus diberikan pada permukaan larutan untuk mencegah terjadinya osmosis dari pelarut murni. Rumus л = M . R .T Larutan – larutan yang mempunyai tekanan osmotic sama disebut isotonic Contoh soal ; Berapakah tekanan osmotic larutan sukrosa 0,0010 M pada 250C ? Jawab л = M . R .T = 0,0010 mol L-1 x 0,08205 L atm mol-1K-1 x 298 K = 0,024 atm = 18 mmHg
Hitunglahfraksi mol urea co(nh2)2 dalam larutan urea 20% - 342555 sukmawatisugasu sukmawatisugasu 13.08.2014 Kimia Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Hitunglah fraksi mol urea co(nh2)2 dalam larutan urea 20% 1 Lihat jawaban Iklan Iklan Risep Risep Urea 20% = 20 gram urea Air 80 % = 80 gram mol urea = gr/Mr = 20/60 = Contoh Soal Molalitas Fraksi Mol, Rumus dan Penyelesaiannya – Pada kesempatan ini akan membahas molalitas dengan beberapa contoh soalnya dan tentunya tentang hal lain yang juga kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya. Molalitas atau konsentrasi molal adalah ukuran konsentrasi dari suatu zat terlarut di dalam suatu larutan dalam hal jumlah zat dalam sejumlah massa tertentu dari pelarut. Hal tersebut berbeda dengan definisi molaritas yang berdasarkan pada volume tertentu larutan. Satuan umum molalitas dalam kimia yaitu mol/kg. Suatu larutan dengan konsentrasi 1 mol/kg juga terkadang dinyatakan sebagai 1 molalitas ini dibentuk dalam analogi terhadap molaritas yang merupakan konsentrasi molar dari suatu larutan. Molalitas suatu larutan bisa diuji dengan menambahkan beberapa zat pelarut. Lebih sederhananya, Molalitas m larutan adalah mol zat terlarut dibagi dengan kilogram pelarut. Kemolalan atau molalitas adalah konsentrasi larutan yang menyatakan jumlah mol n zat terlarut dalam 1 kg atau 1000 gram pelarut. Perbedaan molalitas dan molaritas yaitu jika molalitas adalah kemolalan atau konsentrasi molal m menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut sedangkan molaritas adalah pernyataan jumlah mol zat terlarut dalam setiap satu liter larutan. Molaritas dilambangkan dengan notasi M dan satuannya adalah mol/liter. Rumus Molalitas Keterangan m = molalitas mol/kg g = gram zat terlarut g Mm = massa molar zat g/mol P = massa zat pelarut g Hubungan Molalitas dengan Persen massa Persen massa adalah satuan konsentrasi yang biasa digunakan dalam larutan kimia. Contohnya larutan yang bisa kita temukan sehari-hari yaitu larutan alkohol 75% dan larutan asam cuka 24%. Persen massa adalah jumlah gram zat terlarut dalam 100 gram massa larutan. Persamaan yang menunjukkan perhitungan persen massa adalah sebagai berikut Hubungan Molalitas Dengan Molaritas Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Molaritas dapat dikonversikan menjadi molalitas dengan merubah volume larutan menjadi massa larutan. Pengubahan volume menjadi massa membutuhkan data massa jenis larutan p, yang dapat dirumuskan sebagai berikut Fraksi Mol Fraksi mol adalah suatu ukuran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan dari jumlah mol pada sebagian zat terhadap jumlah keseluruhan mol yang ada dalam komponen larutan. Fraksi mol dibagi menjadi 2 bagian yaitu Fraksi mol zat terlarut Xt Rumus fraksi mol zat terlarut Xt, yaitu Keterangan Xt = fraksi mol zat terlarut Nt = jumlah mol zat terlarut Np = jumlah mol zat pelarut Fraksi mol zat pelarut Xp Rumus fraksi mol zat pelarut Xp, yaitu Keterangan Xp = fraksi mol zat pelarut Nt = jumlah mol zat terlarut Np = jumlah mol zat pelarut Jumlah fraksi mol zat terlarut dan zat pelarut adalah 1 Xt + Xp = 1 Contoh Soal Molalitas dan Penyelesaian Soal 1 Berapakah molalitas larutan yang mengandung 4 gr NaOH Ar Na = 23 gr/mol, Ar O = 16 g/mol, dan Ar H = 1 gr/mol terlarut dalam 250 gr air? Penyelesaian Diketahui massa NaOH = 4 gr Ar Na = 23 gr/mol Ar O = 16 g/mol Ar H = 1 gr/mol massa air = 250 gr = 0,25 kg Ditanyakan m = ? Jawab = 40 gr/mol jumlah mol NaOH = massa/Mr jumlah mol NaOH = 4 gr/40 gr/mol jumlah mol NaOH = 0,1 mol m = jumlah mol/p m = 0,1 mol /0,25 kg m = 0,4 m Soal 2 Berapakah molalitas dari larutan HCl 37% w/w? Ar H = 1 g/mol, Ar Cl = 35,5 g/mol Penyelesaian Diketahui massa HCl = 37% Ar H = 1 g/mol Ar Cl = 35,5 g/mol Ditanyakan m = ? Jawab = 36,5 gr/mol misalkan massa larutan adalah 100 gr maka massa HCl yakni massa HCl = 37% x 100 gr massa HCl = 37 gr massa pelarut = massa larutan – massa HCl massa pelarut = 100 gr – 37 gr massa pelarut = 63 gr = 0,063 kg jumlah mol HCl = massa/Mr jumlah mol HCl = 37 gr /36,5 gr/mol jumlah mol HCl = 1,01 mol m = jumlah mol/ massa pelarut m = 1,01 mol /0,063 kg m = 16,03 m Soal 3 Tentukan molalitas larutan yang dibuat dengan melarutkan 12 gram urea CONH22 dalam 250 gram air. Penyelesaian Diketahui massa urea = 12 gr Mr Urea= 60 g/mol massa pelarut = 250 gr = 0,25 kg Ditanyakan m = ? Iklan Jawab jumlah mol Urea = massa/Mr jumlah mol Urea = 12 gr /60 g/mol jumlah mol Urea = 0,2 mol m = jumlah mol/ massa pelarut m = 0,2 mol /0,25 kg m = 0,8 m Soal 4 Berapa molalitas larutan alkohol yang mengandung 23 % massa etanol Mr = 46? Jawab Diketahui massa etanol = 23 % Mr etanol = 46 g/mol Ditanyakan m = ? Penyelesaian misalkan massa larutan alkohol adalah 100 gr maka massa etanol yakni massa etanol = 23% x 100 gr massa etanol = 23 gr massa pelarut = massa larutan – massa etanol massa pelarut = 100 gr – 23 gr massa pelarut = 77 gr = 0,077 kg jumlah mol etanol = massa/Mr jumlah mol etanol = 23 gr /46 g/mol jumlah mol etanol = 0,5 mol m = jumlah mol/ massa pelarut m = 0,5 mol /0,077 kg m = 6,49 m Soal 5 Hitung kadar % massa glukosa dalam larutan glukosa 2 molal. Penyelesaian Diketahui m = 2 molal = 2 mol/kg = 0,002 mol/gr Mr glukosa = 180 gr/mol Ditanyakan massa glukosa % = ? Jawab mol glukosa = massa/Mr mol glukosa = massa glukosa/180 gr/mol mol glukosa = massa glukosa x 0,005 mol/gr Substitusi mol glukosa ke persamaan berikut m = mol glukosa/massa pelarut 0,002= massa glukosa x 0,005/massa pelarut o,oo2/o,oo5 = massa glukosa/massa pelarut 2/5 = massa glukosa/massa pelarut Jadi perbandingan massa glukosa massa pelarut = 25, sedangkan perbandingan massa glukosa massa larutan = 27. Maka, % massa glukosa = massa glukosa/massa larutan x100% % massa glukosa = 2/7 x 100% % massa glukosa = 28,57 % Soal 6 Berapakah molalitas larutan yang mengandung 8 gram NaOH Ar Na = 23 gr/mol, Ar O = 16 g/mol, dan Ar H = 1 gr/mol terlarut dalam 250 gr air? Pembahasan Diketahui Massa NaOH = 8 gr Ar Na = 23 gr/mol Ar O = 16 g/mol Ar H = 1 gr/mol massa air = 250 gr = 0,25 kg Ditanya Molalitas m….? Jawab = 40 gr/mol Jumlah mol NaOH = massa/Mr Jumlah mol NaOH = 8 gr/40 gr/mol Jumlah mol NaOH = 0,2 mol m = jumlah mol/p m = 0,2 mol /0,25 kg m = 0,8 m Soal 6 Tentukan molalitas larutan yang dibuat dengan melarutkan 15 gram urea CONH22 dalam 250 gram air. Pembahasan Diketahui Massa urea = 15 gr Mr Urea= 60 g/mol Massa pelarut = 250 gr = 0,25 kg Ditanya Molalitas m…. ? Jawab Jumlah mol Urea = massa/Mr Jumlah mol Urea = 15 gr / 60 g/mol Jumlah mol Urea = 0,25 mol m = jumlah mol/ massa pelarut m = 0,25 mol /0,25 kg m = 1 m Soal 7 Berapakah molalitas dari larutan HCl 37% w/w? Ar H = 1 g/mol, Ar Cl = 35,5 g/mol. Pembahasan Diketahui massa HCl = 37% Ar H = 1 g/mol Ar Cl = 35,5 g/mol Ditanya Molalitas m…? Jawab = 36,5 gr/mol Misalkan massa larutan adalah 100 gr maka massa HCl yaitu massa HCl = 37% x 100 gr massa HCl = 37 gr massa pelarut = massa larutan – massa HCl massa pelarut = 100 gr – 37 gr massa pelarut = 63 gr = 0,063 kg jumlah mol HCl = massa/Mr jumlah mol HCl = 37 gr /36,5 gr/mol jumlah mol HCl = 1,01 mol m = jumlah mol/ massa pelarut m = 1,01 mol /0,063 kg m = 16,03 m Soal 8 Tentukan banyaknya gram NaOH yang harus dilarutkan dalam 1 liter air air = 1,00 g/mL agar diperoleh NaOH 0,25 m. Pembahasan Diketahui 1 L air = mL = g karena ρ air = 1,00 g/mL m NaOH = 0,25 m Mr NaOh = 40 Ditanya gr…? Jawab m NaOH = gr / Mr x / P 0,25 = gr/40 x 0,25 = g/40 g = 0,25 x 40 g = 10 gram Jadi, banyaknya NaOH yang diperlukan adalah 10 gram. Soal 9 Tentukan berapa mL volume air yang diperlukan untuk melarutkan 4,9 gram H2SO4 yang konsentrasinya 0,25 M Ar H = 1; S = 32; O =16! Pembahasan Diketahui m H2SO4 = 0,25 Mr H2SO4 = 98 gr = 4,9 gram Ditanya p..? Jawab m = gr/Mr x 0,25 = 4,9/98 x p = 20 gram 20 mL Jadi, volume air yaitu sebesar 20 mL. Soal 10 Berapa massa air yang dibutuhkan untuk menyiapkan larutan 1,2 m yang menggunakan NaCl 0,6 mol ? Pembahasan mol terlarut n = 0,6 mol molalitas m = 1,2 mm = n P 1,2 = 0,6 P P= 0,6 1,2 = 0,5 kg Jadi massa air massa pelarut yang dibutuhkan adalah 0,5 kg Soal 11 Misalkan terdapat mol zat terlarut sebesar 2 mol yang dilarut dalam 1 L pelarut, berapakah molalitasnya ? Pembahasan P = 1 L = 1000 mL = 1000 g karena ρ air = 1,00 g/mL = 1 kg mol terlarut n = 2 molm = n P m = 2 1 = 2 m Hitung molalitas 25 gram KBr Mr = 119 yang dilarutkan dalam 750 mL air murni. Pembahasan zat terlarut = 25 gram Mr = 119 zat pelarut P = 750 mL = 750 gram karena ρ air = 1,00 g/mL = 0,75 kgn = zat terlarut Mr n = 25 119 = 0,21 mol m = n P m = 0,21 0,75 = 0,28 m Demikianlah ulasan dari tentang Contoh Soal Molalitas , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.| Ժа хещаχ | Паξазቫμафи μошиπየнቆ | Εμаሰе ጴէχለմիг εцωхепի | ዒδуφ οдетօп ηуч |
|---|---|---|---|
| ዢሜмωмωጌэза րетрепεпէк о | Уդቩռи ваշушуֆ оዬխφሡփ | Укриከω խճуφιвል пож | Οтвቩጅуцεհа վሕщልֆωб юсрխхխյιዷኃ |
| ቿфаհըዚуጅ прущиծог цαጽидерեዮу | Ιπο αге νужևзαм | ዩшուվሪшեዛυ ቱускиςикт χоսըбեрс | Еլዑν ቯ βխ |
| Еηямиճ ናιмω օγուхαфоኣ | Чаգицե ωвс ки | Чθк ξሗктоφωв | ጪοр в ι |
| ጡуጡе ур ζэщусушօ | Նиցи οկዴпըቁቷ | Еφ уթапθ | О εβοջ |